Hai Kafan, Kapan?
“Bukan Mencipta Sebuah Karya, Sekadar Menyimpan Kenangan Sebelum Hilang dari Dunia.”

12 Oktober 2018

Hai Kafan, Kapan?

Kematian
Sudah seberapa jauh langkahku?
Aku tak tahu!
Masih ada kesempatan kah?
Selagi masih melihat senja tertawa renyah!

Aku sering bertanya jawab pada diri ini
Berdialog tentang persiapan kehidupan nanti
Aku juga sering berkhayal memberikan sebuah pesan
Kepada semua yang pasti aku tinggalkan

Hai dunia...
Aku numpang memijakkan kaki untuk sementara
Sebentar saja...
Aku ingin menunaikan sebuah perintah
Atau sekadar menghirup napas segar di hari-hari cerah
Jangan takut aku akan merangkulmu selamanya
Karena suatu saat, aku akan dirangkul oleh tanah

Hai ayah... ibu...
Aku tak tahu siapa yang akan pergi dulu
Mungkinkah aku?
Biarlah...
Kelak, aku ingin kita bisa betemu
Berkumpul dalam satu tempat
Bersama orang-orang yang selamat

Hai sahabat...
Saat aku punya banyak permintaan
Kau hampir tak pernah menolak untuk mengabulkan
Selalu mengiyakan meskipun itu menjadi beban
Tapi saat aku pergi nanti
Aku tak bisa memintamu untuk menemani
Mungkin saat itulah aku tak membebanimu lagi

Aku tak ingat,
kepada siapa lagi aku harus berpesan
Oh ya...
Hai kafan...
Kapan?
Coretan Lainnya:

Belum Ada Komentar untuk "Hai Kafan, Kapan?"