Charis Fitriyanto - Sebelum Hilang dari Dunia
“Bukan Mencipta Sebuah Karya, Sekadar Menyimpan Kenangan Sebelum Hilang dari Dunia.”

23 Oktober 2018

Ku Rindu...

Rindu
Hai kamu...
Aku lupa bagaimana cara menyapamu
Menyapa seseorang yang masih ingin ku rindu
Menyapa bayang yang selalu hadir dalam sunyiku

Salahkah aku merindumu?
Merindu sosok yang bukan siapa-siapaku
Kuharap tidak!
Aku masih ingin menghubungkan sebuah jarak

Semakin lama waktu bergulir
Semakin dalam rindu terukir
Aku hanya mampu menyimpannya dalam rajutan waktu
Karena untuk sekadar menerjemahkan, aku masih ragu

15 Oktober 2018

Sandal Jepit Sepatu

Sandal Jepit Sepatu
Hai kiri...
Aku lebih baik darimu
Aku selalu dipakai terlebih dahulu
Sedangkan kamu?
Kamu dilepas lebih cepat dari aku

Hai kanan...
Tanpa aku, apa gunamu?
Kamu akan terbengkalai tanpa ada yang mengindahkan

Biar kujelaskan...
Kita tercipta dari perbedaan
Jika tak mau menerimanya, yang ada hanya perpecahan
Kamu tanpa aku, orang enggan mengenakan
Begitu juga aku tanpa kamu, orang tak mempedulikan
Paham kan?

12 Oktober 2018

Hai Kafan, Kapan?

Kematian
Sudah seberapa jauh langkahku?
Aku tak tahu!
Masih ada kesempatan kah?
Selagi masih melihat senja tertawa renyah!

Aku sering bertanya jawab pada diri ini
Berdialog tentang persiapan kehidupan nanti
Aku juga sering berkhayal memberikan sebuah pesan
Kepada semua yang pasti aku tinggalkan

Hai dunia...
Aku numpang memijakkan kaki untuk sementara
Sebentar saja...
Aku ingin menunaikan sebuah perintah
Atau sekadar menghirup napas segar di hari-hari cerah
Jangan takut aku akan merangkulmu selamanya
Karena suatu saat, aku akan dirangkul oleh tanah

Hai ayah... ibu...
Aku tak tahu siapa yang akan pergi dulu
Mungkinkah aku?
Biarlah...
Kelak, aku ingin kita bisa betemu
Berkumpul dalam satu tempat
Bersama orang-orang yang selamat

Hai sahabat...
Saat aku punya banyak permintaan
Kau hampir tak pernah menolak untuk mengabulkan
Selalu mengiyakan meskipun itu menjadi beban
Tapi saat aku pergi nanti
Aku tak bisa memintamu untuk menemani
Mungkin saat itulah aku tak membebanimu lagi

Aku tak ingat,
kepada siapa lagi aku harus berpesan
Oh ya...
Hai kafan...
Kapan?

9 Oktober 2018

Kamu Itu...

Kamu Itu
Aku tidak sendiri
Walaupun tanpamu, aku tetap berteman sepi

Aku masih ingat betul dengan ketawa lepasmu
Ketawa cempreng yang sering membuat gatal telingaku
Bukan mengejek, tapi itu yang selalu membuatku rindu

Aku juga masih ingat dengan dagu belah duamu
Dagu yang selalu melambai saat kau pancarkan indah senyummu
Seolah menyapa, membuatku ingin segera bertemu

Ahh, kamu itu...
Kamu yang bukan siapa-siapaku
Masih melekat erat di memoriku
Menjelma rindu dalam hatiku

7 Oktober 2018

Akulah Si Miskin Itu

Aku Miskin
Akulah si miskin itu
Aku yang tak punya sedikitpun harta
Untuk sekadar menikmati fatamorgana dunia

Aku tak bisa mengakui apa yang ada saat ini adalah punyaku
Aku sadar, semua itu hanyalah titipan semata
Yang akan kembali seutuhnya ketika sudah waktunya

Akulah si miskin itu
Aku yang hanya bisa menengadahkan tangan hina
Berdo'a dan meminta cahaya
Untuk menerangi jalan hidupku yang masih gelap gulita

Kepada dunia
Engkau hanyalah sebuah persinggahan
Untuk sebuah perjalanan yang amat panjang