Charis Fitriyanto - Sebelum Hilang dari Dunia
“Bukan Mencipta Sebuah Karya, Sekadar Menyimpan Kenangan Sebelum Hilang dari Dunia.”

12 Desember 2018

Tak Ada yang Tahu

Aku bukan seorang penasihat
Sebatas hamba yang tak jauh dari maksiat
Aku juga bukan seorang paham agama
Sebatas remaja yang tak jauh dari dosa

Aku tak ingat berapa rakaat yang sering terlambat
Sangat jarang merapat kecuali hari Jum'at
Masih sering acuh ketika mendengar panggilan
Terlalu cinta dunia hingga enggan meninggalkan

Aku tak ingat berapa bagian yang lupa kusisihkan
Bagian yang seharusnya untuk orang membutuhkan
Habis bersih termakan keegoisan
Lagi-lagi, terlalu cinta dunia yang penuh gemerlapan

Aku tak ingat berapa kebohongan atas nama lapar
Dalam sepi perut kenyang, di keramaian lemah terkapar
Sepenuhnya sadar kalau itu sebuah kewajiban
Dalam kehidupan, pura-pura lupa seolah tak mengindahkan

Aku takut jika ajal telah mendekat
Profesiku masih menjadi seorang pendosa hebat
Karena berapa lagi sisa usiaku
Tak ada yang tahu

21 November 2018

Otot-otot Kehidupan

Otot-otot Kehidupan
Berada diatas roda kehidupan
Kau tantang kerasnya kemiskinan
Berada di rumah persinggahan
Kau berikan peluk kehangatan

Aku tahu
Tubuhmu terlilit panas terik mentari
Cucuran keringat menenggelamkan pakaian lusuhmu
Tapi semua itu tak mampu menghentikan semangatmu
Untuk bergelut melawan minimnya penghasilanmu

Usahamu sudah sangat cukup untuk anak istrimu
Karena bukan hasil yang selalu ditunggu
Melainkan senyum bahagia saat kepulanganmu

23 Oktober 2018

Ku Rindu...

Rindu
Hai kamu...
Aku lupa bagaimana cara menyapamu
Menyapa seseorang yang masih ingin ku rindu
Menyapa bayang yang selalu hadir dalam sunyiku

Salahkah aku merindumu?
Merindu sosok yang bukan siapa-siapaku
Kuharap tidak!
Aku masih ingin menghubungkan sebuah jarak

Semakin lama waktu bergulir
Semakin dalam rindu terukir
Aku hanya mampu menyimpannya dalam rajutan waktu
Karena untuk sekadar menerjemahkan, aku masih ragu

15 Oktober 2018

Sandal Jepit Sepatu

Sandal Jepit Sepatu
Hai kiri...
Aku lebih baik darimu
Aku selalu dipakai terlebih dahulu
Sedangkan kamu?
Kamu dilepas lebih cepat dari aku

Hai kanan...
Tanpa aku, apa gunamu?
Kamu akan terbengkalai tanpa ada yang mengindahkan

Biar kujelaskan...
Kita tercipta dari perbedaan
Jika tak mau menerimanya, yang ada hanya perpecahan
Kamu tanpa aku, orang enggan mengenakan
Begitu juga aku tanpa kamu, orang tak mempedulikan
Paham kan?

12 Oktober 2018

Hai Kafan, Kapan?

Kematian
Sudah seberapa jauh langkahku?
Aku tak tahu!
Masih ada kesempatan kah?
Selagi masih melihat senja tertawa renyah!

Aku sering bertanya jawab pada diri ini
Berdialog tentang persiapan kehidupan nanti
Aku juga sering berkhayal memberikan sebuah pesan
Kepada semua yang pasti aku tinggalkan

Hai dunia...
Aku numpang memijakkan kaki untuk sementara
Sebentar saja...
Aku ingin menunaikan sebuah perintah
Atau sekadar menghirup napas segar di hari-hari cerah
Jangan takut aku akan merangkulmu selamanya
Karena suatu saat, aku akan dirangkul oleh tanah

Hai ayah... ibu...
Aku tak tahu siapa yang akan pergi dulu
Mungkinkah aku?
Biarlah...
Kelak, aku ingin kita bisa betemu
Berkumpul dalam satu tempat
Bersama orang-orang yang selamat

Hai sahabat...
Saat aku punya banyak permintaan
Kau hampir tak pernah menolak untuk mengabulkan
Selalu mengiyakan meskipun itu menjadi beban
Tapi saat aku pergi nanti
Aku tak bisa memintamu untuk menemani
Mungkin saat itulah aku tak membebanimu lagi

Aku tak ingat,
kepada siapa lagi aku harus berpesan
Oh ya...
Hai kafan...
Kapan?